Jumat, 17 April 2015

Alat yang di gunakan dalam gambar teknik


Gambar Proyeksi dalam sketsa
Alat yang di gunakan dalam gambar teknik:
  1. mistar
  2. jangka
  3. pensil,
  4. rapido/trek
  5. pen

GAMBAR PANDANGAN MAJEMUK ( PROYEKSI ORTOGONAL )

GAMBAR PANDANGAN MAJEMUK ( PROYEKSI ORTOGONAL )
sudut pertama ( Proyeksi Eropa ) dan jika bendanya diletakkan pada kwadran ketiga, maka cara proyeksi ini disebut proyeksi kwadran/ sudut ketiga (Proyeksi Amerika). Gambar-gambar pandangan pada umumnya digambar menurut cara
proyeksi sudut pertama atau sudut ketiga
.
Menurut ISO, gambar dua dimensi yang standar ialah metode proyeksi sudut pertama (
first angle projection
/proyeksi eropa/metode e) dan metode proyeksi sudut ketiga (
third angle  projection
/proyeksi amerika/metode a), penggunaan kedua cara ini tergantung dari kebiasaan masing-masing perusahaan.


Jika hasil – hasil gambar proyeksi sudut pertama dan proyeksi sudut ketiga dibandingkan, maka akan terlihat bahwa gambar yang satu merupakan kebalikannya gambar yang lain, dilihat dari segi susunannya. Oleh karena itu pembedaannya sangatlah penting. Harus dicatat bahwa dua cara proyeksi ini jangan dipakai bersamaan. Lambang untuk metode e, biasanya disimpan pada bagian bawah dari ruang gambar atau pada kepala gambar.

Pengertian Gambar Proyeksi

Gambar proyeksi adalah gambar bayangan atau konstruksi suatu benda yang mana dapat kita ketahui tentang kejelasan suatu objek secara matematis.dalam menggambar proyeksi dituntut keterampilan menggunakan alat-alat seperti mistar,jangka,pinsil,rapido/trek-pen,dan alat matematis lainnya.di samping itu,juga hrus mampu menarik garis secara terukur seperti ketebalan garis,kerataan garis dan sambungan garis.
Pada prinsipnya gmbar proyeksi dapat dibedakan menjdi dua kelompok,yaitu proyeksi sentral dan proyeksi ortogona.
proyeksi sentral di sebut juga teknik perspektif,yaitu benda diproyeksikan dengan mempergunakan garis-garis yang berpusat pada satu titik.Gambar benda yg dihasilkan secara proporsional sangat mirip dengan benda/objek aslinya.
proyeksi ortogonal adalah gambar proyeksi suatu benda mempergunakan garis garis sejajar dan tegak lurus.
Contoh ganbar proyeksi Ortogonal

Selasa, 17 Maret 2015

Tutorial Teknik Sablon Separasi CMYK


Sablon CMYK process color atau yang umum disebut sablon separasi merupakan proses mencetak gambar menggunakan 4 proses warna, Cyan, Magenta, Yellow, dan Black /"K" disebut key color. Film output untuk teknik sablon separasi berupa halftone ata dot-dot kecil yang ketika keempat warna ini dicetak akan menghasilkan cetakan gradasi seperti foto full warna. Proses pembuatan film output sendiri diolah menggunakan software grafis yaitu adobe photoshop.

langkah-sablon-separasi-belajar-clothing-mobydick-cloth


Yang perlu diperhatikan ketika akan mencetak menggunakan teknik sablon separasi yaitu resolusi gambar yang akan diolah, kesesuaian mesh/kerapatan screen, tension screen dengan setting halftone pada saat print film. Untuk media kaos/kain frekuensi lpi (line per inch) biasanya menggunakan 35 sampai dengan 55 lpi.  Nah, sudah mulai paham kan apa itu sablon separasi? Yuk kita mulai belajar clothing tentang sablon separasi, yuuuk....

Sabtu, 14 Februari 2015

Kenang kenangan


Rabu, 11 Februari 2015

CARA PENANGANAN LIMBAH CAIR

Metode dan tahapan proses pengolahan limbah cair yang telah dikembangkan sangat beragam. Limbah cair dengan kandungan polutan yang berbeda kemungkinan akan membutuhkan proses pengolahan yang berbeda pula. Proses- proses pengolahan tersebut dapat diaplikasikan secara keseluruhan, berupa kombinasi beberapa proses atau hanya salah satu. Proses pengolahan tersebut juga dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan atau faktor finansial.
  1. Pengolahan Primer (Primary Treatment)
Tahap pengolahan primer limbah cair sebagian besar adalah berupa proses pengolahan secara fisika.
A.      Penyaringa (Screening)
Pertama, limbah yang mengalir melalui saluran pembuangan disaring menggunakan jeruji saring. Metode ini disebut penyaringan.  Metode penyaringan merupakan cara yang efisien dan murah untuk menyisihkan bahan-bahan padat berukuran besar dari air limbah.
B.      Pengolahan Awal  (Pretreatment)
Kedua, limbah yang telah disaring kemudian disalurkan kesuatu tangki atau bak yang berfungsi untuk memisahkan pasir dan partikel padat teruspensi lain yang berukuran relatif besar. Tangki ini dalam bahasa inggris disebut grit chamber dan cara kerjanya adalah dengan memperlambat aliran limbah sehingga partikel – partikel pasir jatuh ke dasar tangki sementara air limbah terus dialirkan untuk proses selanjutnya.
C.      Pengendapan
Setelah melalui tahap pengolahan awal, limbah cair akan dialirkan ke tangki atau bak pengendapan. Metode pengendapan adalah metode pengolahan utama dan yang paling banyak digunakan pada proses pengolahan primer limbah cair. Di    tangki pengendapan, limbah cair didiamkan agar partikel – partikel padat yang tersuspensi dalam air limbah dapat mengendap ke dasar tangki. Enadapn partikel tersebut akan membentuk lumpur yang kemudian akan dipisahkan dari air limbah ke saluran lain untuk diolah lebih lanjut. Selain metode pengendapan, dikenal juga metode pengapungan (Floation).
D.      Pengapungan (Floation)
Metode ini efektif digunakan untuk menyingkirkan polutan berupa minyak atau lemak. Proses pengapungan dilakukan dengan menggunakan alat yang dapat menghasilkan gelembung- gelembung udara berukuran kecil (± 30 – 120 mikron). Gelembung udara tersebut akan membawa partikel –partikel minyak dan lemak ke permukaan air limbah sehingga kemudian dapat disingkirkan.  
Bila limbah cair hanya mengandung polutan yang telah dapat disingkirkan melalui proses pengolahan primer, maka limbah cair yang telah mengalami proses pengolahan primer tersebut dapat langsung dibuang kelingkungan (perairan). Namun, bila limbah tersebut juga mengandung polutan yang lain yang sulit dihilangkan melalui proses tersebut, misalnya agen penyebab penyakit atau senyawa organik dan anorganik terlarut, maka limbah tersebut perlu disalurkan ke proses pengolahan selanjutnya.

Langkah-langkah Pengolahan limbah padat

Definisi Limbah Padat
Adalah Hasil Buangan Industri Berupa Padatan, Lumpur Atau Bubur Yang Berasal Dari Suatu Proses Pengolahan (Daryanto, 1995).
Sumber Limbah Padat:
  • Pabrik Gula
  • Pulp
  • Kertas
  • Rayon
  • Plywood
  • Limbah Nuklir
  • Pengawetan Buah, Ikan, Daging
Secara Garis Besar, Limbah Padat Terdiri Dari:
  • Limbah Padat Yang Mudah Terbakar
  • Limbah Padat Yang Sukar Terbakar
  • Limbah Padat Yang Mudah Membusuk
  • Lumpur
  • Limbah Yang Dapat Di Daur Ulang
  • Limbah Radioaktif
  • Bongkaran Bangunan
Dampak Pencemaran Limbah Padat
Dengan adanya limbah padat dalam lingkungan, maka akan timbul:
[1]. Gas beracun seperti:
  • Asam Sulfida H2S
  • Amoniak (NH3)
  • Methan (CH4)
  • CO2
  • CO
Gas ini akan timbul, bila limbah padat ditimbun dan membusuk karena adanya mikroorganisme. Dengan adanya musim hujan dan kemarau, akan terjadi proses pemecahan bahan organik oleh bakteri penghancur dalam suasana aerob/anaerob.
[2]. Penurunan kualitas udara
Dalam sampah yang ditumpuk akan terjadi reaksi kimia seperti gas H2S, NH3  methane yang bila melebihi Nilai Ambang Batas akan merugikan manusia, di mana kadar H2S sebesar 50 ppm akan membawa mabuk dan pusing.
[3]. Penurunan kualitas air
Karena limbah padat biasanya langsung dibuang dalam perairan/bersama-sama air limbah, maka akan menyebabkan air menjadi keruh dan rasanya berubah.
[4]. Kerusakan permukaan tanah
Pengolahan Limbah Padat
Menurut sifatnya pengolahan limbah padat dibagi menjadi 2 cara, yaitu: Limbah padat tanpa pengolahan dan limbah padat dengan pengolahan
  • Limbah padat tanpa pengolahan:
Limbah padat yang tidak mengandung unsur kimia yang beracun dan berbahaya, bisa langsung dibuang ke tempat tertentu seperti TPA.
  • Limbah padat dengan pengolahan:
Limbah padat yang mengandung unsur kimia yang beracun dan berbahaya, harus diolah dahulu sebelum dibuang ke tempat tertentu.